Menanti Kedatantan Sang imam Zaman As


Keberadaan zaman seiring dengan keberadaan Imam (hujjah Allah). Keberadaan Imam sebagai hujjah di muka bumi ini, adalah keberadaan para nabi dan para ma’sum. Kekosongan seorang Imam di zamannya akan menyebabkan kesesatan bagi para umatnya. Seperti halnya nabi Musa as hanya meninggalkan umatnya, ketika ingin bermunajat dengan Allah di gunung Thur selama 40 hari, menyebabkan umatnya meninggalkan risalah nabinya. Bagaimana kita akan meninggalkan seorang Imam (hujjah Allah) selama sepanjang masa?
Ketika kita berbicara tentang sosok seorang Imam kita menyakini bahwa tugas yang diembannya sangatlah berat, membawa umat kearah hidayah dari kelanjutan amanah yang di bawanya setelah meninggalnya nabi saaw. Di sini kita melihat betapa pentingnya eksistensi seorang Imam ditengah-tengah masyarakat. Ketika tidak ada Imam, umat akan tersesat. Dan keberadaannya pun tidak mengenal suatu zaman, dengan kata lain setiap zaman membutuhkan seorang Imam. Ini berarti bahwa meninggalkan kepemimpinan seorang Imam akan terjerumus ke dalam kebatilan.

Kepercayaan tentang Imam Mahdi as, sebagai Imam Zaman adalah kepercayaan yang di yakini oleh seluruh umat yang ada di muka bumi ini. Bukan saja dikalangan umat Islam melainkan umat di kalangan agama lainpun mengenai akan bangkitnya seseorang yang akan menyelamatkan bumi ini dari kehancuran.

Di kalangan umat Islam secara garis besar menyebutkan bahwa Imam Mahdi as masih ditunggu kelahirannya, sementara yang lain mengatakan beliau telah lahir hanya saja kini adalah masa ke-ghaibannya, dan pada saat tiba waktunya akan tiba kemunculannya.

Manusia berakal menyakini tentang sebuah maslahat besar bagi alam menuju pada tahapan-tahapan kesempurnaan pada semua sisi kehidupan, artinya dengan ke-hadirannya sebagai penyempurna ke arah kesempurnaan sejati dan sebagai lambang penegak keadilan setelah tersebarnya kemungkaran dan kerusakan di muka bumi ini. Logikanya, Imam senantiasa ada, namun ghaib dari pandangan kita. Disebabkan maslahat tertentu, kuasa Allah menuntut ke-ghaibannya. Seperti halnya dengan nabi Isa as, Allah Swt mengangkatnya dan memanjangkan umurnya sampai hari Kiamat.

Masalahnya adalah ketika kita ingin mengikuti seorang pemimpin (semoga Allah mempercepat kemunculannya) haruslah merupakan seorang figur yang diteladani baik dari sisi keilmuaanya maupun dari sisi amal perbuatannya. Secara tidak langsung, istilah ‘maksum’ pantas kita sandarkan atasnya. Dan secara jelas, ketika sesorang mengikuti pemimpin yang salah, sama halnya dengan mengikuti seseorang yang tidak tahu jalan kebenaran, menisbahkan sebuah kebenaran yang relatif tanpa dalil akan menunjukkan ketidakmurnian ajarannya. Dalam ayat al qur’an Allah Swt mengkafirkan orang-orang yang tidak mengikuti perintah-Nya : “Barangsiapa yang menghukum tidak dengan apa yang telah diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (Surat Al-Maidah ayat 44).

Dari ayat tersebut, dilarang kita untuk mengikuti para pemimpin yang tidak tahu arah kebenaran. Sesuatu yang menjadi kebenaran relatif hanya mendapatkan petunjuk dari Imam. Sebagai contoh; benar tidaknya sebuah perkara, benar dalam satu sisi, salah dalam sisi yang lain. Haruslah mendapatkan arahan dari Imam.

Jadi seorang imam adalah pemimpin sejati bagi umatnya, yang menjaga al-qur’an dengan segala pemahamaannya (lahiriyah dan batiniyah), menegakkan hukum syariat, menegakkan keadilan, mendirikan pemerintahan Islam, memecahkan segala persoalan hukum sesuai dengan tuntutan zaman, dan lain-lain.

Itulah sosok kepemimpinan diatas dengan segala macam atributnya dengan sifat-sifat yang terpuji yang akan diikuti oleh umatnya. Menuntut sifat-sifat mulia juga dari para pengikutnya. Karena bagaimanapun, sifat terpuji seorang pemimpin akan mengekor pada pengikutnya sebagai lambang kesetiaan dan kecintaan terhadapnya. Alhasil, penantian akan kemunculan Sang Imam adalah menyangkut kesiapan kita untuk menjadi pengikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s