Siapakah syiah itu

​Imam Kelima Mazhab Ahlulbait, Imam Muhammad Baqir As pernah berkata kepada salah seorang muridnya yang bernama Jabir,: Apakah memadai bagi seseorang untuk mengklaim dirinya sebagai Syiah (pengikut) dengan mengaku cinta kepada kami, Ahlulbait? Tidak! Demi Allah, bukan seorang pengikut kami kecuali ia takwaut kepada Allah Swt dan mentaati-Nya. Para pengikut kami, Wahai wahai Jabir, hanya dikenal dengan kerendahan hati mereka,; ketakwaan, kejujuran,; banyak memuji Allah, menjalankan puasa dan menunaikan shalat,; berbuat baik kepada kedua orang tua,; perhatian kepada kaum miskin, orang-orang yang membutuhkan dan anak-anak yatim yang tinggal di sekitarnya,; berbicara yang benar (haq),; membaca alAl-Qur’an,; menahan lisannya kecuali untuk berkata-kata baik,; serta sifat amanah terhadap seluruh kerabat dalam segala urusan.”

Syiah bermakna sekelompok pengikut (golongan). Istilah ini dan disebutkan dalam alAl-Qur’an berulang berkali-kali terkait dengan para pengikut para nabi sebelumnya, seperti Nabi Ibrahim dan Musa As. Yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Firaun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya. (QsQS. Al-Qashash [28]: 15)
Syiah dDewasa ini, Syiah bermakna adalah para pengikut sebuah mazhab Islam yang ajarannya bersandar pada ajaran-ajaran Nabi Saw dan Ahlulbaitnya As dan juga acapkali disebut sebagai mazhab Mazhab Ahlulbait. Ketika tiada mazhab yang telah ada pada masa Nabi Saw, Rasulullah Saw sendiri telah menggunakan istilah ini untuk menyebut sekelompok tertentu sebagai Syi’ah Ali (pengikut Ali).
Beberapa hadis berikut ini adalah bersumber dari Nabi Saw yang menggunakan terma Syiah Ali.

Perumpamaan Ali adalah ibarat sebuah pohon, aku adalah akarnya, Ali adalah cabangnya, Hasan dan Husain adalah buahnya, dan syiah adalah dedaunannya.

“Kami sedang berkumpul dengan Baginda Rasulullah Saw ketika Ali bin Abi Thalib As datang. Beliau bersabda,: “’Sesungguhnya telah datang saudaraku kepada kalian.’” Lantas Dan beliau meletakkan tangannya di Kabah dan berkata Demi Dzat Zat yang jiwaku di tangan-Nya, orang ini dan Syiahnya adalah orang-orang beruntung di Hari Kiamat. (dinukil Dinukil dari Jabir ibin ‘Abdillah alAl-Anshari)
Baginda Nabi Saw sedang bersamaku ketika putrinya Hadhrat Fatimah datang menyampaikan salam bersama suaminya ‘Ali. Rasulullah Saw mengangkat kepalanya dan berkata,: “’Bergembiralah wahai Ali.; Engkau dan Syiahmu berada dalam sSurga. (dinukil Dinukil dari Ummu Salamah, istri Rasulullah Saw).
Dan, kembali, Rasulullah Saw berkata kepada Imam ‘Ali As,: Engkau dan Syiahmu berada dalam sSurga.  
Sebagaimana yang ditunjukkan dari riwayat-riwayat ini, Rasulullah Saw sendiri yang menjadi pelopor penggunaan istilah Syiah semasa hidupnya.  Setelah beliau wafat, mereka yang setia dan loyal kepada Imam Ali As juga dikenal sebagai Syiah.  Selama abad kedua Hijriah (dua abad setelah hijrahnya Nabi Saw dari kota Mekkah ke kota Madinah  kejadian yang menandai permulaan penanggalan Islam), para khalifah Abbasiyah secara resmi melindungi empat mazhab Sunni yang dipopulerkan secara antusias oleh para pemimpin mereka. Adapun Syiah, setelah pembunuhan Imam Ali, mereka mengikuti kepemimpinan putranya Imam Hasan As, dan selepasnya adalah Imam Husain As dan sembilan imam setelahnya yang merupakan keturunan dari Imam Husain As. Mereka mengikuti para imam tersebut karena bersandar kepada alAl-Qur’an dan Sunnah Nabi Saw yang disampaikan berulang-ulang kali secara tegas dan eksplisit pada banyak peristiwa bahwa Nabi sSaw ia akan digantikan oleh dua belas imam selepasnya dan kesemuanya berasal dari bangsa Quraisy.

Dengan demikian, Syiah merupakan mazhab yang mengikuti Kitab Suci alAl-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw yang disampaikan oleh Ahlulbaitnya yang ditunjuk sendiri oleh Rasulullah Saw. Pascawafatnya Rasulullah Saw, Syiah mengikut dua belas imam yang ditetapkan berdasarkan wahyu sebagai para khalifah Nabi Saw, sebagaimana akan disajikan pada bagian-bagian selanjutnya.[]

Sumber : “Mereka Jalan Islam Muhammadi” karya Sayid Moustafa Al-Qazwini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s