Apa saja kemiripan-kemiripan yang dimiliki oleh Imam Zaman dengan para nabi menurut kitab Mikyâl al-Makârim?

Pertanyaan



Apa saja kemiripan-kemiripan yang dimiliki oleh Imam Zaman dengan para nabi menurut kitab Mikyâl al-Makârim?

Jawaban
Global
Dalam riwayat-riwayat Islam disebutkan tentang terdapatnya banyak kemiripan-kemiripan fisik dan spiritual yang dimiliki oleh Imam Mahdi Ajf dengan sebagian dari para nabi. Sebagian dari kemiripan-kemiripan ini telah dikumpulkan dalam kitab Mikyâl al-Makârim sebagaimana berikut:
Sejumlah dari kemiripan-kemiripan tersebut terdapat pada kitab Mikyâl al-Makârim dan sebagiannya lagi terdapat di kitab lainnya, di antaranya:
Telah diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Mahdi adalah salah satu dari putraku, namanya adalah namaku, julukannya adalah julukanku (kuniyah) dan dari sisi penciptaan (khalq) dan akhlak ia adalah orang yang paling mirip denganku.”
Kemiripan Imam Mahdi Ajf dengan Nabi Ibrahim As
Dari Imam Shadiq As telah diriwayatkan bahwa pertumbuhan Ibrahim As tidak sebagaimana pertumbuhan anak-anak yang lain, tumbuh kembangnya dalam sehari sebagaimana tumbuh kembangnya anak-anak lain dalam satu pekan. Dan demikian jualah pertumbuhan al-Al-Qaim Ajf.
Nabi Musa As memiliki dua gaib atas kaumnya dimana yang satu lebih panjang dari yang lainnya, demikian juga al-Al-Qaim Ajf yang juga memiliki dua gaib dimana yang satu lebih panjang dari yang lainnya.
Kemiripan beliau dengan Nabi Isa As, yang terletak pada perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan manusia mengenainya, dimana sebagian mengatakan bahwa ia belum terlahir, sebagian mengatakan telah meninggal dan sebagian lainnya mengatakan ia telah tewas dan telah digantung, juga terjadi berkaitan dengan Imam Zaman Ajf.
Dalam diri al-Al-Qaim Ajf terdapat sunnah Nabi Nuh As dalam usianya yang sangat panjang.
Sebagaimana Allah menempatkan Adam As sebagai khalifah-Nya di muka bumi, Allah juga menempatkan Imam Mahdi Ajf sebagai pewaris dan khalifah-Nya di muka bumi.
Nabi Zakaria As menangis selama tiga hari karena musibah yang menimpa Abu Abdillah al-Husain As, demikian juga dengan al-Al-Qaim Ajf yang menangis untuk al-Husain As dalam seluruh usia dan masa kehidupannya.
Nabi Yusuf As adalah manusia yang terelok dan tertampan pada masanya, dan demikian pulalah Imam Mahdi Ajf, karena beliau merupakan meraknya penghuni surga.
Allah Swt memanjangkan usia Nabi Khidir As, dan Allah Swt melakukan hal yang sama pada diri Imam Mahdi Ajf, Allah Swt juga memanjangkan usia beliau.

Jawaban
Detil
Dalam riwayat-riwayat Islam banyak dikatakan tentang kemiripan-kemiripan fisikal dan spiritual antara Imam Zaman Ajf dengan sebagian dari para nabi, kitab-kitab yang menganalisa masalah ini mencoba menguraikan kesimpulan dan ringkasan mengenainya.
Di antara kitab tersebut adalah Mikyâl al-Makârim yang ditulis dalam bentuk analisa oleh Ayatullah Sayyid Muhammad Taqi Musawi Isfahani.
Sejumlah dari kemiripan-kemiripan ini terdapat dalam kitab Mikyâl al-Makârim, dan sebagian lainnya terdapat pada kitab-kitab lain:
Pertama: Kemiripan Imam Mahdi Ajf dengan para nabi ulul azmi
Kemiripan Imam Mahdi Ajf dengan Rasulullah Saw
Telah diriwayatkan dari Rasulullah bahwa beliau bersabda, “Mahdi adalah salah satu dari putra-putraku, namanya adalah namaku, julukannya adalah julukanku (kuniyah) dan dari sisi penciptaan (khalq) dan akhlak, ia adalah orang yang paling mirip denganku.”
Dari riwayat ini bisa diketahui bahwa Imam Mahdi Ajf adalah yang paling mirip dari sisi wajah dan bentuk lahiriah, akhlak, perilaku dan gerak-gerik Rasulullah Muhammad Saw.[1]
Kemiripan Imam Mahdi Ajf dengan Nabi Ibrahim As
Telah diriwayatkan dari Imam Shadiq As bahwa pertumbuhan nabi Ibrahim As tidak sebagaimana anak-anak biasa, dalam satu hari ia akan tumbuh setara dengan pertumbuhan anak-anak dalam satu pekan. Demikian pula pertumbuhan Al-Qaim Ajf berdasarkan yang telah diriwayatkan oleh Hakimah.[2]
Kemiripan Imam Mahdi dengan Nabi Musa As
Imam Zainal Abidin As dalam penggalan dari sebuah riwayat bersabda, “Musa As memiliki dua gaib dari kaumnya dimana yang satu lebih panjang dari yang lainnya, gaib pertama terjadi di Mesir, sedangkan gaib kedua adalah saat ia pergi ke miqad Tuhannya. Dan, al-Qaim Ajf juga memiliki dua gaib dimana yang satu lebih panjang dari yang lainnya.[3]
Kemiripan Imam Mahdi Ajf dengan Nabi Isa As
Imam Baqir As bersabda, “Sedangkan kemiripan beliau dengan Isa As adalah adanya perbedaan pendapat di kalangan masyarakat, dimana sebagian dari mereka mengatakan bahwa ia masih belum dilahirkan ke dunia, sekelompok mengatakan telah meninggal, sedangkan yang lain mengatakan telah meninggal dan digantung. Demikian jugalah perbedaan pendapat yang berkaitan dengan Imam Mahid Ajf.”
Sebagaimana Isa As merupakan putra dari perempuan terbaik pada masanya, bercakap dalam perut ibunya dan berbicara dalam buaian, kemudian Allah mengangkatnya ke langit, dan mampu menghidupakan yang telah mati atas izin Allah, maka demikian pula yang terjadi dengan Imam Mahdi Ajf.
Kemiripan Imam Mahdi Ajf dengan Nabi Nuh As
Imam Zainal Abidin As bersabda, “Pada diri al-Qaim Ajf terdapat sunnah Nuh, yang tak lain adalah umurnya yang sangat panjang.”
[4]
Nuh As membersihkan tanahnya dari para kafir dengan perkataannya dan mengatakan bahwa Allah tidak akan meninggalkan seorang pun dari kafir di muka bumi,
[5]
demikian juga dengan al-Qaim, Allah akan mensucikan bumi dari keberadaan para kafir sehingga tidak ada sedikitpun bekas dari mereka.
[6]
Kedua: Kemiripan Imam Mahdi Ajf dengan para nabi lainnya
Kemiripan Imam Mahdi dengan Nabi Adam As
Sebagaimana Allah menempatkan Adam As sebagai khalifah-Nya di muka bumi dan menjadikannya sebagai pewaris, seperti yang tercantum dalam surah al-Baqarah ayat 30 yang berfirman, “Sesungguhnya Aku ingin menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Dia juga menempatkan Imam Zaman Ajf sebagai pewaris bumi dan khalifah-Nya di muka bumi, sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Shadiq As bahwa dalam tafsir ayat 55 surah al-Nur (24), “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi …”, beliau bersabda, “Dan ia adalah al-Qaim dan para sahabatnya, yang akan muncul di Mekah dalam keadaan tangannya berada di depan wajahnya dan berkata, “Puji syukur kepada Allah yang telah menepati janji-Nya mengenai kami dan memberikan bumi ini sebagai warisan bagi kami.”
Kemiripan Imam Mahdi dengan Habil As
Habil telah dibunuh oleh orang terdekat dan famili terdekatnya, demikian juga Imam Mahdi Ajf, telah terancam nyawanya oleh orang terdekat dan famili terdekatnya, yang tak lain adalah pamannya sendiri Ja’far Kadzzab.[7]
Kemiripan Imam Mahdi dengan Nabi Hud As
Sebagaimana Nabi Nuh As mengabarkan tentang kemunculan Nabi Hud As dan Allah membinasakan para kafir melaluinya,[8] Imam Zaman Ajf, oleh para ayah-ayahnya pun sebelumnya telah dikabarkan dengan segala kekhususannya, termasuk gaib dan kemunculannya, dan Allah Swt akan membinasakan para kafir dengan keberadaannya.[9]
Kemiripan Imam Mahdi Ajf dengan Nabi Ismail As
Sebagaimana Allah Swt mengabarkan tentang kelahiran Ismail As, demikian juga Dia mengabarkan tentang kelahiran al-Qaim Ajf.[10] Dan sebagaimana halnya bagi nabi Ismail telah mengalir air mata zamzam dari bumi, bagi al-Qaim Ajf juga akan mengalir mata air dari sebuah batu yang sangat keras.[11]
Kemiripan Imam Ajf dengan Nabi Yusuf As
Abu Bashir meriwayatkan dari Imam Baqir As bahwa beliau bersabda, “Imam Mahdi Ajf memiliki kemiripan-kemiripan dengan Nabi Yusuf As.” Perawi berkata, “Dan apakah kemiripannya?” Bersabda, “Kegaiban dan penantian terhadap kemunculannya.”
Imam Baqir As dalam sebagian dari riwayat yang lain bersabda, “Sebagaimana halnya nabi Yusuf yang tersembunyi dari ayahnya, padahal jarak antara dia dan ayah serta saudara-saudaranya sedemikian dekat, maka demikian pula dengan Mahdi Ajf, kendati ia demikian dekat dengan para pengikutnya, akan tetapi ia tersembunyi dari mereka.”
Yusuf hilang dan gaib dalam waktu yang panjang sehingga akhirnya para saudaranya datang dan ia mengenali mereka, akan tetapi mereka tidak mengenalinya. Imam Mahdi pun, gaib untuk sekian waktu lamanya, dan kendati ia berjalan ditengah-tengah masyarakat dan mengenali mereka, akan tetapi mereka tidak mengenalinya.
Nabi Yusuf As merupakan yang terelok dan tertampan pada zamannya, dan telah diriwayatkan dari Rasulullah Saw bahwa ia bersabda, “Mahdi Ajf adalah meraknya para penghuni syurga.”
Allah memperbaiki sesuatunya bagi Yusuf dalam satu malam dimana raja Mesir memimpikannya, sementara itu telah diriwayatkan dari Rasulullah Saw yang bersabda, “Mahdi adalah dari kami Ahli Bait, Allah akan menyiapkan segala sesuatunya dalam satu malam.”
Kemiripan Imam Zaman Ajf dengan Nabi Khidir As
Allah Swt memanjangkan usia Nabi Khidhir As dimana masalah ini telah diterima baik di kalangan Syiah maupun Ahli Sunnah, dan mengenai Imam Mahdi Ajf pun demikian halnya, Allah Swt telah memanjangkan umurnya dan demikian juga dari sebagian riwayat bisa disimpulkan bahwa hikmah di balik panjangnya usia Nabi Khidhir As adalah karena hal ini bisa menjadi argumentasi bagi usia panjang yang dimiliki oleh Imam Mahdi Ajf.
Kemiripan Mahdi Ajf dengan Nabi Zakariya As
Nabi Zakariya tiga hari lamanya menangisi musibah yang menimpa Abu Abdillah al-Husain As (sebagaimana hal ini diberitakan dalam riwayat Ahmad bin Ishak)[12] . demikian juga al-Qaim Ajf, seluruh umurnya dan dalam seluruh masanya[13] beliau menangis untuk Imam Husain As, sebagaimana hal ini disinggung dalam ziarah Nahiyah Muqaddas “Siang dan malam aku berduka untukmu dan bermandikan air mata darah untukmu.”[14

catatan kaki

[1]. Sayyid Muhammad Taqi Musawi Ishfahani, Mikyâl al-Makârim, jil. 1, hal. 320.
[2]. Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 51, dan jil. 12, hal. 19, menyebutkan perumpamaan atas pertumbuhan yang cepat dan tak wajar.
[3]. Sayyid Muhammad Taqi Musawi Ishfahani, Mikyâl al-Makârim, jil. 1, hal. 329.
[4]. Amin al-Islam Fadhl bin Hasan Thabarsi, A’lâm al-Wara, jil. 1, hal. 322.
[5]. “Nuh berkata, “Ya Tuhan-ku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.” (Qs. Nuh [71]: 26).
[6]. Sayyid Muhammad Taqi Musawi Ishfahani, Mikyâl al-Makârim, jil. 1, hal. 259.
[7]. “Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, lalu diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia (Qabil) berkata, “Aku pasti membunuhmu!” Habil berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.” (Qs. al-Maidah [5]: 27) diadaptasi dari riwayat dari Imam Zainal Abidin, Syaikh Shaduq, Kamâluddîn, jil. 1, hal. 11320.
[8]. Diambil dari riwayat dari Imam Shadiq, Syaikh Shaduq, Kamâluddîn, jil. 1, h lm. 135.
[9]. Sayyid Muhammad Taqi Musawi Ishfahani, Mikyâl al-Makârim, jil. 1, hal. 258-259.
[10]. Sayyid Muhammad Taqi Musawi Ishfahani, Mikyâl al-Makârim, jil. 1, hal. 366.
[11]. Diadaptasi dari riwayat dari Imam Baqir As, Muhammad Baqir Majlisi,, Bihâr al-Anwâr, jil. 52, hal. 351.
[12]. Abu Manshur Ahmad bin Ali Thabarsi, al-Ihtijâj, jil. 2, hal. 268.
[13]. Perumpamaan karena menangis yang banyak.
[14]. Sayyid Muhammad Taqi Musawi Ishfahani, Mikyâl al-Makârim, jil. 1, hal. 313

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s