Apakah waktu sholat jamaah imam membaca Al-Fatihah, kita ikut membaca dalam hati atau hanya mendengarkan?


Pertanyaan

waktu sholat jamaah imam membaca Al-Fatihah, kita ikut membaca dalam hati atau hanya mendengarkan?

Jawaban Global

Apabila makmum mendengarkan bacaan Imam pada salat Subuh, Maghrib dan Isya maka ia tidak boleh membaca surah al-Fatihah dan surah setelah al-Fatiha. Apabila ia tidak mendengarnya maka dianjurkan (mustahab)[1] baginya untuk membaca surah al-Fatihah dan surah setelahnya secara pelan. Adapun pada salat-salat Dhuhur dan Ashar ia harus senantiasa meninggalkan bacaan surah al-Fatiha dan surah setelahnya namun dianjurkan untuk membaca dzikir secara pelan.[2]
Bagaimanapun apabila pelaku salat (mushalli) lalai beramal tidak sejalan dengan apa yang telah disebutkan maka salatnya tetap sah.[3]

catatan kaki 

[1]. Ayatullah Makarim Syirazi, dibolehkan (baginya untuk membaca surah al-Fatihah dan surah setelahnya secara pelan).
[2]. Imam Khomeini, Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ), jil. 1, hal. 794, dikumpulkan oleh Sayid Muhammad Husain Bani Hasyim Khomeini, Daftar Intisyarat Islami, Qum, Cetakan Kedelapan, 1424 H
[3]. Silahkan lihat, ibid, jil. 1, hal. 795, Masalah 1464.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s