Kesaksian Kitab Taurat dan Injil Atas Kemunculan Para Imam Ahlulbait as

KeKesaksian Kitab Taurat dan Injil Atas Kemunculan Para Imam Ahlulbait aselahiran sebuah agama dan nama para nabinya tentu telah tertulis dalam kitab sucinya masing-masing. Dalam agama Samawi, antar kitabnya saling terkait dan saling mengabarkan. Dalam hal ini, agama Islam sebagai agama samawi terakhir, kemunculannya dan nama mulia Nabinya – Muhammad Saw – serta ahlulbaitnya juga telah dikabarkan dalam kitab-kita sebelumnya. Dalam kesempatan ini akan dibahas dua kitab samawi yaitu Taurat dan Injil yangg menjadi saksi kemunculan Islam.

Al-Quran menjelaskan, Ahli Kitab sangat mengetahuinya dan mengenal Nabi Saw, layaknya mengenal anak-anaknya sendiri. Namun mereka merahasiakan dan menutup-nutupi realitas tersebut. Dan (ingatlah) ketika Isa bin Maryam berkata, “Wahai Bani Israil ! Aku utusan Allah untuk kalian dan aku membenarkan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumku (Taurat). Dan aku memberi kabar gembira tentang seorang rasul yang akan datang setelahku dan namanya Ahmad. Ketika dia (Ahmad) datang kepada mereka dengan mukjizat dan dalil-dalil yang jelas, mereka akan berkata, ‘Ini sihir yang nyata.’” (QS. Al-Shaff [61]: 6).
Dalam berbagai riwayat dikatakan bahwa suatu hari seorang Yahudi bertanya kepada Imam Ali As, “Apa nama Muhammad, anak paman Anda, nama Anda dan nama putra-putra Anda di Taurat?, beliau menjawab, “Nama Muhammad Saw di Taurat adalah Thab-thab, namaku Iliya, nama putra-putraku Syubbar dan Syubair.”
Mendengar jawaban ini, lelaki Yahudi ini segera memeluk agama Islam dan mengucapkan syahadatain, setelah bersaksi atas ketauhidan Tuhan dan kerisalahan Rasulullah, ia juga bersaksi atas kewashian dan kewilayahan Imam Ali As.
Nama-Nama Para Imam Ahlulbait as Dalam Kitab Taurat dan Injil
Dari riwayat ini bisa disimpulkan bahwa kekhalifahan Imam Ali As dan kedudukan beliau sebagai pelanjut Rasulullah, secara tegas telah diungkapkan dalam Taurat. Karena jika yang terjadi adalah selain itu, maka lelaki Yahudi ini tidak akan segera menerima perkataan Imam Ali As.
Demikian juga telah dinukilkan bahwa nama-nama mulia seluruh para Imam Ahlulbait As juga telah dinukilkan dalam Turat dengan bahasa Ibrani sebagai berikut: Midzmidz (Mushthafa), Iliya (Ali Murtadha), Qaidzur (Hasan Mujtaba), Iril (Husain Syahid), Masyfur (Zainal Abidin), Mashur (Imam Baqir), Masymuth (Ja’far Shadiq), Dzumara (Musa Kazdim), Hadzad (Ali bin Musa ar-Ridha), Taimura (Muhammad Taqi), Nasthur (Ali an-Naqi), Nuqasy (Hasan Askari), dan Qadimuniya (Muhammad bin Hasan) Shahibuzzaman.
Diriwayatkan oleh Ibnu Qudamah (salah satu sahabat Imam Ali as) bahwa Imam Ali as telah berkata, “Wahai Ibnu Qudamah, aku dan kedua anakku (Hasan as dan Husain as), ibu keduanya (Az-Zahra as) putri Khadijah Al-Kubra berserta 9 keturunan Al-Husain as satu persatu hingga Al-Qaim adalah Imam, dari sebuah mata air yang sama kami meminumnya dan kepadanya kami akan dikembalikan.”
Ibnu Qudamah berkata, “Aku telah mengenal engkau dan kedua anakmu, aku telah mengenal Az-Zahra dan Al-Kubra, lalu siapa nama-nama selainnya?
Beliau as berkata, “Kamu tentu pernah mendengar ayat-ayat Bayyinat sebagaimana telah Allah SWT berikan 7 ayat kepada Musa as, yang pertama adalah Alimutsa (Ali Zainal Abidin as), yang kedua adalah Thimutsa (Muhammad Al-Baqir as), yang ketiga adalah Dainutsa (Ja’far Ash-Shadiq as), yang keempat adalah Bajbuts (Musa Al-Kadzim as), yang kelima adalah Haimalutsa (Ali Ar-Ridha as), yang keenam adalah A’alutsa (Muhammad At-Taqi Al-Jawad as), yang ketujuh adalah Raibutsa (Ali An-Naqi Al-Hadi as), yang kedelapan adalah ‘Albutsa (Hasan Al-Askari as) dan yang ke sembilan adalah Raibutsa (Muhammad Al-Mahdi as) yaitu sang pemberi peringatan yang paling agung.”
Ibnu Qudamah bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, bahasa apakah ini?”
Beliau as berkata, “Itu adalah nama-nama para Imam dengan bahasa Suryani dan Yunani yang dengan bahasa itu, Isa berbicara dan dengan nama-nama itu, Isa (bertawasul) menghidupkan orang yang sudah mati, meniupkan ruh, mengobati orang buta dan kusta.”
Akan tetapi, kitab-kitab suci yang berada di tangan Yahudi dan Nashrani telah banyak mengalami penyimpangan, oleh karena itu banyak tema-tema yang disinggung dalam riwayat-riwayat mereka, tidak ada lagi dalam “Dua Perjanjian” yang ada saat ini.
Demikian juga, dalam Taurat terdapat tema-tema yang membuktikan kandungan riwayat-riwayat. Dalam perjalanan kemunculan Taurat dikatakan, “Wahai Ibrahim, Aku mendengar doamu dalam hak kebenaran Ismail. Kini ia telah diberkati. Aku akan mengantarkannya pada makam yang tinggi. Akan muncul di antara keturunannya, duabelas orang amir dan pemimpin.” Jelaslah bahwa kedua belas amir ini tak lain adalah Ahlulbait As, dan dengan memperhatikan riwayat-riwayat yang terdapat dalam kaitannya dengan masalah ini, dengan yakin bisa dikatakan bahwa yang dimaksud tak lain adalah para Ahlulbait As.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s