Pesan Asyuro Sayidah Zainab Singa Bani Hasyim

Sepanjang hidupnya, Sayidah Zainab as dipanggil dengan banyak sebutan seperti ; Aqilah Bani Hasyim, Umm al-Mashaib, Arifah, Amilah, Zahidah, Bakiyah dan Shiddiqah Shugra. Sementara dari sisi keilmuwan beliau sempat mengajari tafsir al-Quran para perempuan muslim selama ayahnya tinggal di Kufah. Begitu juga selama Imam Zainal Abidin as sakit, beliau menjadi rujukan masyarakat dalam masalah syariat. Sejatinya, salah satu keutamaan beliau adalah ketinggian derajat keilmuannya. Sayidah Zainab as selama hidupnya dikenal sebagai cendekiawan, orator dan wakil khusus Imam Husein as dalam menjelaskan hukum halal dan haram. Pesan Asyura yang dibawa beliau telah disampaikan kepada seluruh perempuan muslim. Tidak hanya menyampaikan, tapi beliau menjelaskan dengan seksama dan detil risalah Imam Husein as. Selama hidupnya, Sayidah Zainab as menjadi pendukung para pejuang Islam dan senantiasa melakukan upaya-upaya sosial guna mendidik para calon pejuang Islam disertai dengan sikap menjaga kehormatan diri dan agama.

Sayidah Zainab as Singa Bani Hasyim

Sayidah Zainab as juga dipanggil dengan sebutan, ”Singa Bani Hasyim”. Karena beliau dengan gagah berani meneriaki musuh dan mencela perbuatan mereka tanpa takut sedikitpun. Pedang yang masih mengalirkan darah tidak dapat menakutinya. Sayidah Zainab as tidak menghiraukan kekuasaan Ibnu Ziyad, Gubernur Kufah saat memasuki ruangannya dan lebih memilih duduk di sudut ruangan. Tanpa memperhatikan pertanyaan yang diajukan Ibnu Ziyad, beliau menyebutnya sebagai orang fasik dan fajir. Beliau berkata, “Segala puji kepada Allah yang memuliakan kami dengan kenabian Muhammad Saw dan mensucikan kami dari kotoran. Sesungguhnya yang fasik bakal terungkap, para pelaku keburukan adalah pembohong dan ia bukan dari kami.” Begitu pula ketika mendengar umpatan Yazid, Sayidah Zainab as kembali menunjukkan keberaniannya. Beliau mengatakan, “Saya melihatmu sangat kecil untuk menjadi lawan bicaraku. Tapi saya tidak dapat menolak kenyataan bahwa masyarakat telah melenceng dari kebenaran dan memberikanmu kekuasaan. Dengan kekuasaan ini, engkau mendapat kesempatan untuk menggugur syahidkan putra Nabi Allah Saww. Begitu juga engkau berkesempatan menjadikan keluarganya sebagai tawanan dan mendudukkannya di majelis ini.”

Sayidah Zainab as menegaskan sebuah poin penting bahwa Ahlul Bait Rasulullah Saw tidak akan bisa dihapus dari sejarah. Putri Imam Ali bin Abi Thalib as ini berkata, “Yazid, jika ingin menipu dan makar, maka lakukanlah. Tapi ketahuilah, engkau tidak akan bisa menghapus [dalam sejarah] orang-orang mengingat kami. Engkau tidak memiliki kemampuan untuk memusnahkan kami, dan memadamkan orang-orang yang mengingat kami. Suatu hari kebenaran akan datang dengan meneriakkan, “Laknat Tuhan bagi orang-orang zalim”.

Kemudian, Sayidah Zainab as mengakhiri pidatonya dengan bersyukur kepada Allah swt. Beliau berkata, “Kini, aku menyampaikan rasa syukur kepada Allah swt yang memulai kehidupan Ahlul Bait dengan syahadat dan ampunan, serta mengakhiri dengan syahadat dan ampunan serta rahmat ilahi. Tuhanku…Tambahkanlah pahala bagi syuhada kami dan nasib kami berada di tangan-Mu.”

Dengan pidato ini, Sayidah Zainab as menunjukkan bukan hanya kesyahidan saudaranya, Imam Husein bin Ali as sebagai sebuah keindahan. Tapi lebih dari itu, putri Imam Ali bin Abi Thalib as ini menggambarkan ditawannya Ahlul Bait sebagai puncak keindahan.

Sayidah Zainab as Contoh Perempuan Teladan

Sayidah Zainab as merupakan salah satu wanita yang menjadi contoh bagi seluruh perempuan di berbagai bidang. Sayidah Zainab as tidak hanya berkaitan dengan masa lalu, tapi juga hari ini dan esok. Sebab, kemuliaan manusia, pengabdian, penghambaan, perjuangan untuk menegakkan keadilan, Kemerdekaan dan kebenaran adalah nilai-nilai yang tidak terkait hanya untuk periode khusus atau masyarakat tertentu saja.

Posisi perempuan dalam agama-agama memiliki pengaruh besar dalam akidah, perilaku sosial, tradisi dan budaya di sekitarnya. Islam yang memuliakan perempuan pada hakikatnya melindungi pribadinya, baik secara alami maupun dalam hukum. Kesetaraan perempuan dan pria sebagai manusia dalam Islam menunjukkan keduanya merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah masyarakat dan pelengkap manusia. Keberadaan perempuan dan pria menjadi jaminan keselamatan masyarakat dan pelindung nilai-nilainya. Setiap dari keduanya memiliki tanggung jawab sendiri-sendiri dalam sebuah masyarakat dan ini menunjukkan derajat pribadi perempuan dan kesamaannya dengan pria.Ini merupakan keniscayaan sosial bahwa perempuan memahami tanggung jawab sosialnya dan melaksanakan peran utamanya di tengah masyarakat. Perempuan muslim harus memainkan peran aktif dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya lalu melaksanakan peran hakikinya. Dalam hal ini, Sayidah Zainab as merupakan contoh perempuan teladan dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayid Ali Khamene’i mengenai Sayidah Zainab al-Kubra as. Beliau mengatakan, “Zainab as adalah sosok wanita Muslimah teladan dalam bentuknya yang sempurna. Artinya, ini adalah teladan yang diperkenalkan Islam kepada semua orang dalam mendidik perempuan. Zainab as memiliki kepribadian multi dimensi. Beliau as adalah sosok yang pandai, berpengalaman, memiliki makrifat yang tinggi dan manusia yang menonjol. Siapa saja yang berhadapan dengannya, akan tertunduk menyaksikan keagungan ilmu dan jiwanya. Zainab as mengkombinasikan antara emosi dan afeksi dengan keagungan dan ke kokohan hati seorang insan yang mukmin. Keberserahan dirinya kepada rahmat Ilahi, yang memberinya keagungan telah membuat segala derita dan musibah besar nampak kecil dan kerdil di matanya. Musibah besar seperti yang terjadi di hari Asyura tak mampu melumpuhkan Zainab as.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s