Aku Menangis 

Ashbagh, pelayan Imam Ali, meminta izin kepada Hasan untuk menjenguk Imam Ali yang kini terbaring oleh hujaman pedang beracun Ibnu Muljam. Setelah masuk dan melihat keadaan Imam, Ashbagh tak kuasa menahan diri dan meledak dalam tangisan.
Ashbagh: “Aku melihat Imam terbaring menggigil di ranjang dengan dahi merekah mengucurkan darah. Beliau melilitkan sorban warna kuning ke atas kepalanya. Aku tak lagi bisa membedakan mana yang lebih kuning, wajahnya atau kain sorbannya. Aku langsung memeluki dan menciuminya selama mungkin. Aku menangis sejadi-jadinya dalam pelukannya.”Imam Ali berkata: “Jangan menangis, hai Ashbagh. Sungguh demi Allah, surga telah di depan mataku!”Ashbagh: “Aku sadar betul engkau menuju ke surga. Aku menangis karena akan berpisah denganmu, ya Amirul Mukminin….
Assalamu’alayka Ya Amiral Mukminin……!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s