Apakah Kau Mau Menjamin Pemuda ini?

Belajar dari kisah semasa Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib KW memegang tampuk pemerintahan.

Pada masa kekhalifahan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib AS, telah datang 3 orang sambil memegang seorang pemuda. Mereka berkata: “Kami minta kepadamu untuk meng-qishas orang ini karena telah membunuh ayah kami.”

“Mengapa kau membunuhnya?” tanya Amirul Mukminin kepada pemuda tsb.

“Aku adalah pengembala unta dan kambing. Seekor untaku memakan dedaunan pohon di tanah milik ayah mereka, lalu dia memukulnya dengan batu hingga matilah (untaku). Kemudian batu itu ku lemparkan ke ayahnya hingga dia juga meninggal” jawab pemuda itu.

“Kalau begitu, aku akan menjatuhkan hukuman mati padamu” sahut beliau.

“Saya minta waktu 3 hari, karena ayahku telah meninggal dan meninggalkan harta untukku serta adikku yg masih kecil. Jika kau bunuh aku (sekarang), niscaya harta itu akan hilang dan adikku juga akan terlantar sepeninggalku” pinta pemuda itu.

“Siapa yg menjaminmu?” tanya beliau.

Pemuda itu menyisir wajah para hadirin lalu berkata: “Orang ini”

“Wahai Abu Dzar, apakah kau mau menjamin pemuda ini?” tanya Amirul Mukminin.

“Ya, wahai Amirul Mukminin” jawabnya.

“Sesungguhnya kau tak mengenalnya, jika dia melarikan diri maka yg harus menjalani hukumannya?” lanjut beliau meminta kepastian.

“Aku yg menjaminnya wahai Amirul Mukminin” jawabnya lagi.

Pemuda itupun pergi. Hari berganti hari dan sampailah pada hari ketiga. Semua orang gelisah akan nasib Abu Dzar agar tidak sampai menerima hukuman tersebut. Namun sesaat sebelum sholat maghrib, datanglah pemuda itu dg penuh kelelahan dan berdiri di hadapan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib. Dia berkata: “Harta itu serta adikku telah ku serahkan pada saudara-saudara ibunya, dan aku sekarang menghadapmu untuk menjalani hukuman”

“Apa yg membuatmu kembali sedangkan kau bisa saja kabur?” tanya beliau keheranan.

“Aku khawatir akan ada yg mengatakan; telah hilang kesetiaan dari masyarakat…” jawabnya tegas.

Amirul Mukminin-pun bertanya kepada Abu Dzar: “Mengapa kau mau menjaminnya?”

“Aku khawatir akan ada yg mengatakan; telah hilang kebaikan dari masyarakat…” jawabnyapun tegas

Para putra yg meninggal terkesan dg hal itu, lalu mereka berkata: “Kami telah memaafkannya.”

“Mengapa?” tanya Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib.

“Kami khawatir akan ada yg mengatakan; telah hilang maaf dari masyarakat…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s