Ziarah Imam Husain a.s. pada malam Laylatul Qodr

Hal ini banyak mengandung keutamaan, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Tahdzib bahwa Imam Ja’far Al- Shadiq as. berkata,”Apabila telah tiba malam Al-Qadr, yang didalamnya ditetapkan segala urusan dengan bijak, maka terdengar seruan dari bawah Arasy,” Sungguh! Allah telah mengampuni siapa saja yang berziarah ke makam Imam Husein a.s. Pada malam ini.”

Dalam kitab Al-Tahdzib diriwayatkan, bahwasannya Imam Ja’far Al-Shadiq as. berkata : “Apabila telah hadir malam-malam Al-Qadr, yaitu saat segala urusan diputuskan dan ditetapkan dengan bijak, maka pada waktu itu berserulah para penyeru dari arah ‘Arasy..”sungguh! Allah telah memberikan ampunan pada setiap orang yang berziarah ke makam Imam Husain as.”

Demikian pula dalam kitab Al-Iqbal dijumpai sebuah riwayat dari Imam Muhammad Al-Jawad as. Berkata, “Barangsiapa yang berziarah kemakam Imam Husain as. Pada malam-malam Al-Qadr, maka ruhnya akan dibariskan bersama-sama dengan sekitar 24 ribu malaikat dan nabi as. Semuanya memohon izin kepada Allah untuk berziarah kemakam Imam Husain as. Pada malam tersebut.”

Imam Ja’far Al-Shadiq as. Berkata,” Apabila engkau hendak berziarah ke makam Imam Husain a.s., maka kunjungilah tempat syahidnya yang suci setelah terlebih dahulu mandi dan memakai pakaian yang bersih pada waktu engkau berdiri disamping kuburnya maka hadap- kanlah wajahmu kearah kiblat dan jadikanlah kiblat (bera da) diantara kedua pundakmu lalu bacalah doa berikut :

اَ لسَّلامُ عَلَيْكَ يَا بْنَ رَسُولِ اللهِ، اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يَا بْنَ اَميرِ الْمُؤْمِنينَ، اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يَا بْنَ الصِّديقَةِ ا لطّاهِرَةِ فاطِمَةَ سَيِّدَةِ نِساءِ الْعالَمينَ، اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا مَوْلايَ يا اَبا عَبْدِ اللهِ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاتُهُ، اَشْهَدُ اَنَّكَ قَدْ اَقَمْتَ الصَّلاةَ وَآتَيْتَ الزَّكاةَ وَاَمَرْتَ بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَيْتَ عَنِ الْمُنْكَرِ، وَتَلَوْتَ الْكِتابَ حَقَّ تِلاوَتِهِ وَجاهَدْتَ فِي اللهِ حَقَّ جِهادِهِ وَصَبَرْتَ عَلَى الاَْذى فِي جَنْبِهِ مُحْتَسِباً حَتّى اَتاكَ الْيَقينُ، اَشْهَدُ اَنَّ الَّذينَ خالَفُوكَ وَحارَبُوكَ وَالَّذينَ خَذَلُوكَ وَالَّذينَ قَتَلُوكَ مَلْعُونُونَ عَلى لِسانِ النَّبِيِّ الاُْمّي وَقَدْ خابَ مَنِ افْتَرى، لَعَنَ اللهُ الظّالِمينَ لَكُمْ مِنَ الاَْوَّلينَ وَالاْخِرينَ وَضاعَفَ عَلَيْهِمُ الْعَذابَ الاَْليمَ، اَ تَيْتُكَ يا مَوْلايَ يَا بْنَ رَسُولِ اللهِ زائِراً عارِفاً بِحَقِّكَ مُوالِياً لاَِوْلِيائِكَ مُعادِياً لاِعْدائِكَ، مُسْتَبْصِراً بِالْهُدَى الّذي أَنْتَ عَلَيْهِ، عارِفاً بِضَلالَةِ مَنْ خالَفَكَ، فَاشْفَعْ لي عِنْدَ رَبِّكَ.
اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا حُجَّةَ اللهِ فِي اَرْضِهِ وَسَمائِهِ، صَلَّى اللهُ عَلى رُوحِكَ الطَّيِّبِ وَجَسَدِكَ الطّاهِرِ، وَعَلَيْكَ السَّلامُ يا مَوْلايَ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاتُهُ.

Assalâmu ‘alayka yabna rosûlillâh, assalâmu ‘alayka yabna amîril mu’minîn, assalâmu ‘alayka yabnas shiddîqotith thôhiroti Fâtimata sayyidati nisâ-il ‘âlamîn, assalâmu ‘alayka yâ maulâyâ abâ Abdillâh warohmatul- lâhi wabarokâtuh, asyhadu annaka aqomtas sholâta wa âtaytaz zakâta wa amarta bil ma’rûf, wanahayta ‘anil munkari watalautal kitâba haqqo tilâwatihi wajâhadta fillâhi haqqo jihâdihi washobarta ‘alal adzâ fî jambihî muhtasiban hattâ atâkal yaqîn, asyhadu annalladzî khôlafûka, wa hârobûka, walladzîna khozdalûka, walladzîna qôtalûka mal’ûnûna ‘alâ lisânin nabiyyil umiyyi, waqod khôba maniftarô la’anallâhuzh- zhôlimîna lakum minal awwalîna wal âkhirîna wadhô’afa ‘alayhimul ‘adzâbal alîm, ataytuka yâ maulâyâ yabna rosûlillâh, zâ-iron ‘ârifan bihaqqika muwâliyan li-auliyâ-ika mu’âdiyan li-a’dâ-ika mustabshiron bil hudal ladzî anta ‘alayhi ‘ârifan bidh- dholâlati man khôlafaka fasyfa’ lî ‘inda robbika

Assalâmu ‘alayka yâ hujjatallôhi fî ardhihi wasamâ-ihi shollallôhu ‘alâ rûhikath-thoyyibi wajasadikath-thôhir, wa’alaykas salâmu yâ maulâyâ warohmatullôhi wabarokâtuhu

“Salam atasmu. Wahai putra Rasulullah. Salam atasmu wahai putra Amirul al-Mu’minin. Salam atasmu, wahai putra Al-Shodiqa Al-Thahira Fatimah Az-Zahra a.s. Penghulu sekalian wanita di alam ini. Salam atasmu, wahai pemimpinku, wahai Aba Abdillah.

Semoga rahmat Allah dan berkahnya tercurah atasnya. Aku bersaksi, bahwasannya engkau benar-benar telah menegakkan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan manusia untuk berbuat kebajikan dan melarang mereka dari berbuat keburukan, membaca Al-Qur’an dengan sebenar-benarnya bacaan, berjihad dijalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad, bersabar menerima cobaan dengan penuh keteguhan hingga kematian mendatangimu.”

Aku bersaksi, bahwasannya orang-orang yang menentang dan memerangimu, orang-orang yang membiarkanmu dianiaya musuh orang-orang yang membunuhmu, semuanya dilaknat oleh lisan nabi yang ummi.

Sungguh, celakalah orang-orang yang telah berbohong. Allah mengutuk orang-orang yang berbuat zalim kepada-Mu, baik yang terdahulu maupun yang terakhir, dan Allah melipat gandakan siksaan yang pedih untuk mereka. Aku menghampirimu, wahai kekasihku, wahai putra Rasulullah, sebagai seorang penziarah yang mengetahui akan hak-hakmu, mengakui akan kepemimpinanmu dan menyatakan bermusuhan dengan orang-orang yang memusuhimu, mengharap petunjuk yang eng-kau berada di atasnya, dan aku mengetahui kesesatan orang- orang yang menyimpang darimu. Karena itu, syafa-atilah daku disisi Tuhanmu.”

“Salam atasmu,wahai kekuasaan Allah dibumi dan dilangit, semoga rahmat Allah tercurah atas ruhmu yang semerbak dan jasadmu yang suci. Untukmu salam, wahai junjunganku. Demikian pula, rahmat dan berkahnya.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s