Dialog Ibnu Ziyad dengan Sayyidah Zainab Srikandi Karbala 

ilustrasi tragedi karbala

Zainab binti Ali as. duduk dengan wajah yang sulit dikenali. Ibnu Ziyad bertanya, “Siapakah dia ?” Terdengar jawaban, “Dia Zainab binti Ali.”

Ibnu Ziyad berpaling kepadanya dan berkata, “Puji syukur kepada Allah yang telah mempermalukan kalian dan membuka kedok kebohongan kalian.”

Zainab menjawab, “Yang sebenarnya dipermalukan adalah orang fasik dan yang mempunyai kebohongan adalah para pendosa, bukan kami.”

Ibnu Ziyad menyahut, “Bagaimana pendapatmu tentang apa yang telah Allah lakukan terhadap saudara dan keluargamu ?”

“Aku tidak melihat ketentuan Allah kecuali indah. Mereka adalah sekelompok orang yang telah ditakdirkan oleh Allah untuk mati terbunuh. Merekapun bergegas menuju kematian itu. Allah kelak akan mempertemukanmu dengan mereka. Kelak kau akan dihujani pertanyaan dan disudutkan. Lihatlah, siapa pemenang di hari itu! Semoga ibumu memakimu, hai anak Marjanah!”

Perawi berkata: Ibnu Ziyad marah bukan kepalang. Hampir saja ia mengambil keputusan membunuh Zainab.
‘Amr bin Huraits segera menegurnya, “Tuan, dia hanya seorang wanita. Seorang wanita tidak akan dihukum karena kata-katanya.”

Kepada Zainab, Ibnu Ziyad berkata, “Allah telah menyembuhkan luka hatiku dari Al-Husain, si durjana, juga para pendosa dan pembangkang dari keluargamu.”

Zainab menyahut, “Sungguh kau telah membunuh pemimpinku, memotong rantingku dan mencabut pokokku. Jika kesembuhanmu adalah hal itu, berarti engkau telah sembuh.”

Ibnu Ziyad berkata lagi, “Wanita ini memang ahli dalam bersajak. Dulu ayahnya juga seorang penyair.”

“Hai Ibnu Ziyad! Untuk apa wanita bersajak,” sergah Zainab.

Ubaidillah menoleh ke arah Ali bin Al-Husain as. dan bertanya, “Siapa dia ?”
Ada yang menjawab, “Dia adalah Ali bin Al-Husain.” “Bukankah Allah telah membinasakan Ali bin Al-Husain ?” tanyanya.

Ali bin Al-Husain as. mejawab, “Aku mempunyai saudara yang juga bernama Ali bin Al-Husain. Dialah yang dibantai oleh orang-orangmu.”
“Allahlah yang telah membunuhnya,” bantah Ibnu Ziyad.
Beliau menjawab,
الله يتوفى الأنفس حين موتها
“Allahlah yang mematikan jiwa-jiwa ketika ajalnya telah tiba.”

Lancang benar mulutmu berani membantah kata- kataku,” hardik Ibnu Ziyad. “Seret dan penggal kepalanya!”

Zainab, bibi Ali bin Al-Husain, ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ibnu Ziyad, berseru, “Hai Ibnu Ziyad! Kau tak mau menyisakan seorangpun untuk kami? Jika kau mau membunuhnya bunuh aku sekalian !”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s