Pentingnya Sujud

Sujud adalah kondisi terbaik manusia di hadapan Allah Swt. Sujud adalah jalan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

۩ كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِب.

“Janganlah kamu menuruti apa yang dilarangkan kepadamu. Lakukanlah terus salatmu dan teruslah bersujud dan dekatkanlah dirimu, melalui semua itu, kepada Allah”. (Q.S. 96:19)

سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ

“Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (al-Fath 48:29).

Sujud menjadikan manusia selaras dengan alam wujud. Sebab, semua makhluk langit dan bumi seperti binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan, sujud dan tunduk di hadapan Allah Swt

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن دَآبَّةٍ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

“Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.” (Q.S. 16:49)

وَٱلنَّجْمُ وَٱلشَّجَرُ يَسْجُدَانِ

“Dan bintang dan pohon-pohonan, keduanya sujud (tunduk) kepada-Nya“. (al-Rahman 55 : 6)

Benar. Sujud merupakan keselarasan dengan para malaikat Allah. Imam Ali bin Abi Tholib berkata, “Tidak ada tingkatan langit kecuali terdapat sekelompok malaikat dalam keadaan sujud.”

Sujud merupakan derajat tertinggi penyembahan dan penghambaan. Sebab manusia meletakkan anggota tubuhnya yang tertinggi, yaitu keningnya, di atas tanah dan menampakkan kehinaan dan kelemahan di hadapan Allah Swt Yang Maha Mulia dan Mahakuasa.

Sujud merupakan peringkat tertinggi dalam meningkatkan dimensi spiritual kaum lelaki dan perempuan. Oleh karena itu, Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk sujud, bukan hanya di waktu siang, tapi di waktu malam.

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَٱسْجُدْ لَهُۥ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا

“Dan pada sebagian dari malam, maka bersujud dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari“. (al-Insan 76: 26).

Sehubungan dengan wanita suci Sayyidah Maryam, Allah Swt berfirman :

يَٰمَرْيَمُ ٱقْنُتِى لِرَبِّكِ وَٱسْجُدِى وَٱرْكَعِى مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

“Hai Maryam patuhlah pada tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang sujud dan rukuk.” (Al-Imron 3:43)

Sujud yang dilakukan setelah rukuk merupakan tahapan lebih sempurna dan lebih tinggi dari sekedar sujud biasa (tanpa rukuk) serta menghantarkan orang yang sholat pada puncak ketundukan. Oleh karena itu, biasanya al-Quran menyebutkan dua perbuatan ini secara berurutan

۩ يُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱرْكَعُوا۟ وَٱسْجُدُوا۟ وَٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمْ وَٱفْعَلُوا۟ ٱلْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan,” (al- Hajj 22 :77)

Sujud merupakan bukti keimanan pada ayat-ayat Ilahi:

۩ إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِـَٔايَٰتِنَا ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا۟ بِهَا خَرُّوا۟ سُجَّدًا وَسَبَّحُوا۟ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman pada ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang pabila diperingatkan dengan ayat-ayat Kami, mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhan dan mereka tidak menyombongkan diri,” (Q.S. Al-Sajdah 32:15)

Sujud di malam hari merupakan salah satu tanda hamba yang sholeh :

وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَٰمًا (63
وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَٰمًا (64

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Mahasayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati dan pabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka tetap mengucapkan salam. Dan orang yang di waktu malam bersujud dan berdiri untuk menyembah Tuhan mereka.” (Q.S. Al-Furqon 25 : 63-64)

Sujud merupakan sumber anugerah Allah bagi para malaikat. Oleh karena itu, kasih sayang Ilahi senantiasa tercurah kepada makhluk-makhluk-Nya. Setiap sujud mampu menghapus satu dosa manusia dan menetapkan pahala baginya.

Imam Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Pabila manusia mengetahui rahmat apa yang meliputi dirinya di kala sujud, niscaya dia tidak akan mengangkat kepalanya dari sujud.”

Sujud mampu mengusir egoisme dan bangga diri serta menyelamatkan manusia dari kesombongan.

Rasulullah saw bersabda, “Pada hari Kiamat kelak, saya mengenali umat saya dari bekas sujud yang tampak di kening mereka.”

Di hari kiamat, segenggam tanah yang digunakan untuk bersujud akan memberikan kesaksian atas ibadah manusia. Dan di dunia, tanah itu memancarkan cahaya terang yang menembus langit.

Sebagaimana rukuk, sujud yang lama juga menjadi sebab kekalnya kenikmatan dan panjangnya umur.

Sedemikian pentingnya sujud, Allah memerintahkan Nabi-Nya yang Agung, yaitu Nabi Ibrahim untuk menyucikan Masjidil Haram bagi orang-orang yang tawaf, orang-orang yang beribadah, orang- orang yang rukuk dan orang-orang yang sujud:

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَٰهِيمَ مَكَانَ ٱلْبَيْتِ أَن لَّا تُشْرِكْ بِى شَيْـًٔا وَطَهِّرْ بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْقَآئِمِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

“Dan Ingatlah, ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Aku dan sucikanlah rumahku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud.” (Q.S. Al-Hajj 22 : 26)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s