Pesan Rahbar kepada seluruh Pengikut Ahlul Bayt Dunia

Pesan Wali Faqih Republik Islam Iran kepada seluruh Pengikut Ahlul Bayt dalam forum pertemuan rutin yang dihadiri oleh tokoh-tokoh pengikut Ahlul Bayt dari seluruh dunia. Silahkan disimak dengan hati dan pikiran yang jernih:

Pesan Imam Ali Khamenei untuk Pengikut Mazhab Ahlul Bait (ringkasan pidato yang disampaikan pada tanggal 17 Agustus 2015 di Teheran)

Para pengikuti mazhab Ahlul Bait memiliki sejumlah tugas; dan di antara tugas yang paling penting di saat ini ada tiga.

Tugas pertama adalah menyebarkan khazanah ilmu-ilmu keislaman. Inilah yang tidak pernah berhenti dilakukan oleh para imam kita, dan kita punya tugas untuk meneladani mereka dalam penyebaran ilmu-ilmu keislaman.

Tugas kedua adalah menjalankan dan menegakkan hukum-hukum agama. Ini juga yang dulu dilakukan oleh para imam, baik ketika pemerintahan ada di tangan mereka, atau ketika mereka tidak sedang memerintah.

Tugas ketiga adalah berjuang (berjihad) di jalan Allah. Sejarah mencatat, para imam gugur syahid karena mereka berjuang melawan kezaliman.

Jihad Melawan Istikbar

Jihad tidak selamanya berarti berperang. Jihad bisa dilakukan dalam beragam bentuk. Akan tetapi, jihad paling penting di zaman sekarang adalah jihad melawan rezim istikbar.

Istikbar (merasa diri lebih besar dari selainnya, ciri utama ideologi Iblis, anti tauhid ul ummah) adalah sebuah faham yang membagi dunia ke dalam dua kelompok: kelompok penguasa dan kelompok yang dikuasai, dan tentu saja, rezim istikbar itulah yang menjadi penguasanya. Istikbar dunia di zaman sekarang adalah Amerika dan sekutu-sekutunya. Faham mereka itulah yang harus kita lawan.

Politik Pecah Belah dan Intervensi

Bagaimana cara melawan istikbar? Tentu kita harus tahu terlebih dahulu dasar-dasar strategi mereka. Ada dua hal yang selalu menjadi dasar paling penting dalam langkah-langkah rezim istikbar. Pertama adalah politik pecah-belah, dan kedua adalah politik intervensi.

Rezim istikbar sangat mengandalkan dua strategi ini. Fakta menunjukkan bahwa keberhasilan rezim istikbar dalam mencapai tujuan mereka didahului oleh keberhasilan mereka memecah belah musuh mereka serta melakukan intervensi. Terkait dengan politik pecah-belah, dahulu mereka menyebarkan isu nasionalisme, hingga dikenal adanya Pan-Arab, Pan-Iran, Pan-Turki, dll. Kini, isunya adalah soal Sunni dan Syiah. Inggris adalah negara yang sangat berpengalaman dalam menjalankan politik pecah-belah ini. Sekarang, Amerika juga mengadopsi pengalaman Inggris dalam hal upaya pecah belah ummat.

Adapun terkait dengan politik intervensi, kita tentulah menyaksikan politik ini secara jelas. Dalam kasus kesepakatan nuklir Iran, misalnya, saat ini pemerintah AS sedang melobi Kongres agar mendukung kesepakatan nuklir. Argumen yang disampaikan untuk meyakinkah Kongres adalah: “Kesepakatan nuklir ini adalah satu-satunya kesempatan untuk mengontrol nuklir Iran. Jika Kongres tidak menyepakati, kita akan kehilangan kontrol atas Iran.” Dalam literatur politik, istilah “mengontrol negara lain” hanya dimiliki oleh sebuah negara yang memang punya watak dasar mengintervensi negara lain.

Tiga Isu Dasar

Untuk melawan konspirasi politik pecah belah dan intervensi ini, kita harus konsisten memperjuangkan sejumlah isu mendasar, di antaranya adalah:

Pertama, adalah isu “bersikap keras terhadap kuffar dan berkasih sayang dengan sesama”.
Isu kedua adalah pembelaan terhadap kaum mustadh’afin, tanpa membedakan bangsa, ras, mazhab, dll.
Adapun isu ketiga adalah pembelaan terhadap Palestina.
Ketiga isu di atas sangat penting. Jika kita konsisten dengan ketiganya, insya Allah, kita akan mampu mematahkan konspirasi musuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s