Raudhoh dan Mimbar Nabi saw

Rasul saw bersabda: “Antara rumahku dan mimbarku terdapat Raudhoh/taman dari surga” Dalam riwayat yang lain “Antara kuburanku dan Mimbarku terdapat Raudhoh dari surga” .

Raudhoh Nabi adalah tempat yang mulia di muka bumi ini, karena ia adalah jalan utama Nabi saw, beliau pulang dan pergi menuju Masjid minimal lima kali sehari. Tampaknya riwayat yang mengatakan “Antara Raudhoh dan Mimbarku”, lebih kuat dalilnya dari pada yang lain. Karena beliau tidak pernah mewasiatkannya tentang kuburannya dimana. Bisa saja Beliau di kubur di tempat lain sehingga tidak Masuk akal jika beliau Mengatakan “Antara kuburanku dan Mimbar ku terdapat taman dari Surga”. Kecuali jika di katakan: bahwasanya Nabi saw mengetahui dimana kuburannya dan beliau telah mem- beritahukan hal tersebut. Akan tetapi per- selisihan para sahabat tentang tempat pengu- buran rasul menjadi tidak adanya pemberi tahuan atas hal tersebut jika tidak maka mereka tidak akan berselisih, maka Imam Ali memutuskan perselisihan mereka dengan Hadits yang dia dengar dari Rasul bahwasa nya : “Tidak ada seorang Nabi pun yang wafat kecuali ditanam di tempat yang ia wafat disitu”. Maka yang benar dan pasti adalah riwayat: “Antara Raudhoh dan Mimbarku terdapat taman dari surga”. Ada pun Maksud dari Taman surga adalah bahwa tempat yang Mubarak ini dihari kiamat ini termasuk tempat di surga. Dan ia tidak ter- kena kehancuran sama sekali. Ini merupakan keistimewaan tempat ini dari yang lain. Menurut pendapat ulama riwayat ini ; bahwa orang yang beribadah ditempat tersebut masuk ditaman surga di tambah lagi dengan ibadah sholat dan ibadah di Masjid Nabi. Karena sesungguhnya beribadah di Masjid Nabi menyamai ibadah diseluruh tempat dan Masjid. Disebutkan bahwa: “Allah Swt meng- anugrahkan kepada Ibrahim dan menurunkan hajar aswad kepada beliau dari surga untuk diletakkan di Ka’bah. Begitu juga Allah mem-beri karunia kepada Nabi Muhammad saw dengan tempat ini dengan menjadikannya taman-taman surga sebagai tempat ibadah-nya”.

Mereka berbeda pendapat tentang batas- batas Raudhoh ini menurut Ibnu Jubalah bahwa batas panjangnya adalah dari mimbar Nabi sampai pada kamar Nabi dari timur, sehingga panjangnya ±22 meter.

Sebab perselisihan batas panjangnya adalah karena tidak ada pengetahuan yang dalam tentang Akhir kamar Nabi itu awalnya. Ada kalanya juga sebab perselisihannya adalah Raudhoh itu antara kuburan dan Raudhoh lainnya, namun perselisihan seperti ini dari segi panjangnya. Adapun batas lebarnya para ulama juga berselisih pendapat. Ulama Syiah membatasi lebarnya dari ujung batas depan yang lalu pada zaman Nabi yang seharusnya dikenal dengan tiang Nuhas sampai pada tembok utara kamar Nabi yang terdapat Mihrob Tahajjud atau sampai pada ujung kuburan dan tembok sebelah timur. Maka atas dasar itu rumah Fathimah masuk dibatas ini. Karena syiah meyakini bahwa rumah Fathimah termasuk rumah Rasulullah, karena nya Raudhoh dari segi lebarnya mencakup 8 tiang dari selatan ke Utara. Namun kebanya- kan Ulama menolak rumah Fatimah termasuk rumah Nabi. Maka perselisihanya hanya dalam masalah ini saja, mereka menyepakati semuanya.

Doa di Raudhoh

Dengan asma Allah Yang Mahakasih dan Mahasayang. Ya Allah curahkanlah rahmat- Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Ya Allah, sesungguhnya tempat ini adalah taman dari taman-taman-Mu, dan bagian dari rahmat-Mu, yang telah dijelaskan oleh Rasul-Mu tentang keutamaan nya dan kemuliaan beribadah padanya. Ya Allah, Eng- kau telah sampaikan aku ke sini dalam keadaan selamat. Bagi-Mu ya Allah segala puji atas nikmat-nikmat-Mu yang begitu besar kepadaku, atas perkenan-Mu taat kepada-Mu, mengejar rida-Mu, Kemuliaan Nabi-Mu, yaitu dengan dapat berziarah ke kuburan Nabi-Mu, memberi salam kepadanya, dan menapak-tilas di tempat-tempat bersejarahnya. Sungguh besar pujiku kepada-Mu ya Allah, pujian yang melengkapi pijian-pujian malaikat pembawa ‘arasy-Mu, dan penghuni langit- langit-Mu. Pujian yang tidak dapat dilakukan orang-orang terdahulu, dan melebihi orang- orang yang akan datang. Segala puji bagi-Mu yang Allah, pujian orang yang tahu cara memuji-Mu, yang mendapatkan taufik untuk memuji-Mu. Pujian yang memenuhi segala ciptaan-Mu dan menyampaikan segala sesuatu yang engkau kehendaki. Pujian yang tidak dapat menutupi-Mu, dan tidak dapat terlaksana tanpa-Mu. Pujian yang menyam paikan pada puncak keridaan-Mu, yang tidak dapat dicapai oleh pujian-pujian awal dari makhluk-Mu. Segala puji bagi-Mu ya Allah, pujian apa yang aku tahu tentang memuji, dan apa yang kuyakini tentang pujian, dan apa yang telah dijadikan permulaan kalam dengan pujian. Ya Allah, Yang kebesaran dan kemulyaan-Nya kekal, Yang kekuasaan dan kemapuan-Nya tidak pernah luntur. Yang kekuatan dan keperkasaan-Nya amat dahsyat. Yang kehendak dan perintah-Nya pasti terlaksana. Yang rahmat dan ampunan-Nya amat luas. Yang memelihara kehidupan dunia dan akhirat. Ya Allah, betapa besarnya nikmat-Mu kepadaku. Setinggi-tingginya pujianku pada-Mu dan sebesar-besarnya rasa syukurku kepada-Mu, tidak akan mencapai sekecil-kecilnya nikmat-Mu kepadaku. Ya Allah betapa banyaknya limpahan-limpahan rahmat-Mu kepadaku yang tidak dapat dicapai oleh benakku dan tidak dapat dicatat oleh pikiranku. Ya Allah sampaikanlah sha- lawat kepada Nabi-Mu, al-Mustafa, manusia terbaik pada masa kecil, muda, dan tuanya. Manusia yang paling suci, paling pemurah, dan paling mulia. Melaluinya ya Allah, Engkau jelaskan segala petunjuk, Engkau lengkapkan segala misi, dan Engkau tutup misi nubuwwah. Ya Allah melaluinya Engkau buka segala kebaikan. Engkau tampilkan segala kebesaran. Ya Allah, Engkau utus Mu- hammad sebagai Nabi, petunjuk jalan, pem- bawa amanat, pelaksana kebenaran, penyeru ke jalan-Mu, petunjuk ke diri-Mu, dan seba- gai bukti kebesaran-Mu. Ya Allah sampaikan- lah salawat kepada orang-orang suci. Orang- orang mulia dari keluargaMu. Ya Allah ting- gikan kedudukan mereka di sisi-Mu. Mulia- kan matabat mereka pada-Mu. Dudukkan mereka pada tempat-Mu yang paling tinggi. Angkat derajat mereka dekat dengan Rasul- Mu. Dan sempurnakan kebahagiaan mereka dengan berjumpa Rasul-Mu.

Mimbar Nabi saw

Diriwayatkan dari Ali bin Ibrahim dari ayahnya dan Muhammad bin Ismail dari Fadhl bin Syadzan dari Ibu Abi Umair dari Shofwan bin Yahya dan dari Muawiyah bin Ammar berkata Abu Abdillah a.s. :”Bila telah selesai berdoa di Kubur Nabi saw datangilah Mimbar dan sentuhlah dengan tanganmu kemudian usapkan di kedua matamu dan wajahmu dikatakan dia akan menjadi obat dari penyakit mata, dan berdirilah perbanyaklah memuji Allah Swt dan berdoa memohon apa yang menjadi hajatmu, karena Rasulullah saw bersabda :”Di antara Mimbar dan Kuburku adalah Roudhoh (taman) dari taman-taman surga, Mimbarku adalah (tur ’ah) pintu di antara pintu-pintu surga”, kemudian datangi Mihrob Nabi saw dan sholat di tempat tersebut, ketika memasuki masjid Nabi bersholawat kepadanya maka saat keluar juga perbanyak sholawat kepadanya serta perbanyak sholat di Masjid Rasul saw.“ (Al-Kâfî : 4/554).

Diriwayatkan dari Muhammad bin Yahya dari Ahmad bin Muhammad dari Ibnu Fadhdhol dari Jamil dari Abi Bakr Al- Hadromi dari Abi Abdillah a.s. : Rasulullah saw bersabda :” :”Di antara Mimbar dan Kuburku adalah Roudhoh (taman) dari taman-taman surga, Mimbarku adalah (tur ’ah) pintu di antara pintu-pintu surga, dan tiang Mimbarku adalah sebagian dari surga, ada yang berkata bukankah dia bagian dari Roudhoh saat ini, beliau saw menjawab ;”Benar”, seandainya terbukanya mata dari hijab maka kalian akan melihatnya”. (Idem)

Doa Ketika di Mimbar Nabi Saw

Bismillâhir rohmânir rohim, Allâhumma sholli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad, as-alullâhalladzî ijtabâka, wakhtâroka waha dâka, wahadabika ayyusholia ‘alaika, innal lâha wamalâ ikatahu yushollûna ‘alannabî yâ-ayyuhalladzîna âmanû shollû alaihi wa sallimû taslîmâ, Allâhumma sholli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad.

Dengan asma Allah Yang Mahakasih dan Mahasayang Ya Allah curahkanlah rahmat- Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Aku bermohon pada Allah yang telah memilih-mu, menghidayati-mu dan menghidayati (yang lain) dengan perantaraan- mu agar supaya senantiasa Dia mencurahkan ShalawatNya atasmu Ya Rosulullah. Allah berfirman : Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya selalu bershalawat atas Nabi Muhammad, wahai orang-orang yang ber- iman bershalawatlah kalian atasnya dengan sebenar-benar shalawat. Allahumma Sholli Ala Muham mad wa âli Muhammad. []

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s