Teka-teki Makam Sayyidah Fatimah as 

Dalam kegelapan malam, saat mata-mata tertidur dan suara-suara membisu, iringan samawi meninggalkan rumah Imam Ali as sambil mengusung jenasah putri Rasulullah. Jumadilakhir 11 H, rombongan bergerak dengan khidmad mengantar ke pembaringannya yang terakhir. Mereka adalah Imam Ali as, al Hasan, al Husein, Zainab, Ummu Khulsum, Abu Dzar, Ammar, Miqdad dan Salman al Farisi.

Di manakah ribuan orang penghuni Madinah? Pagi hari saat memasuki pemakaman di Baqi, orang-orang dibingungkan dengan banyaknya makam-makam palsu yang telah dibuat oleh Imam Ali as. Mereka saling memandang dengan perasaan bersalah. “Rasulullah hanya meninggalkan seorang putri. Saat wafat dan dimakamkan, kami tidak menyertainya dalam prosesi pemakaman atau doa. Bahkan kami tidak tahu dimana beliau dimakamkan.”

Khawatir gejolak akan timbul, Abubakar memerintahkan: “Pilihlah sekelompok wanita muslim. Perintahkan mereka menggali makam-makam ini sampai ditemukan jenazah Fatimah, untuk segera dapat dishalatkan.”

Ketika menerima kabar akan perintah Abubakar, Imam Ali as bergegas menuju Baqi. Seorang lelaki di antara kerumunan berteriak: “Inilah Ali bin Abi Thalib. Menghunuskan pedangnya dan berkata dalam amarah: ‘Jika seseorang memindahkan sebongkah saja batu dari makam-makam ini, akan kupenggal, bahkan punggung para pengikut terakhirnya dari si penzalim’.”

Tak kalah garangnya, Umar bin Khathab berujar: “Apakah masalahmu, wahai Abul Hasan! Demi Allah, kita harus menggali kuburnya dan menshalatkannya.”
Imam Ali as mencengkeram baju Umar dan menariknya. Lantas dihempaskannya ke tanah sambil berkata: “Wahai putra Saudah! Aku telah melepaskan hakku atas kekhalifahan untuk mencegah orang-orang dari melepaskan keimanan mereka. Akan hal makam Fatimah, demi Dia yang jiwaku ada di tanganNya, jika engkau dan para pengikutmu mencoba melakukan apapun terhadapnya, AKAN KUAIRI TANAH INI DENGAN DARAHMU!”

Melihat gelagat yang membahayakan, Abubakar menengahi: “Abul Hasan, demi hak Rasulullah dan demi Dia yang berada di atas arsy, kuminta engkau melepaskan dia. Kami tak akan melakukan apapun yang tidak engkau setujui.”

Orang-orangpun bubar meninggalkan makam Baqi, diiringin mata kemarahan Imam Ali as.
Terjadilah apa yang telah terjadi. Makam putri kesayangan Rasulullah tak pernah ada yang tahu hingga kini.

Tetaplah SEMANGAT Tetaplah SHALAWAT
~♥~اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ~♥~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s