Terkadang diam adalah jawaban yang tepat

Jabir meriwayatkan, pada suatu hari Imam Ali as melihat seseorang bernama Qanbar yang sedang diejek dan dicela orang lain. Beliau melihat Qanbar berusaha membalas celaan itu.

Lalu Imam Ali as memanggil Qanbar dan berkata, “Hai Qanbar, tenang, lebih baik kamu diam saja agar Allah swt senang dengan perbuatan itu dan lalu setan pun murka karenanya lalu musuhmu merasa tersiksa.”

Beliau meneruskan perkataannya, “Sumpah demi Dzat yang membelah biji (dan menumbuhkan tunas pohonnya), menciptakan hewan-hewan, orang yang beriman tidak bisa membahagiakan Tuhannya sebagaimana membahagiakan dengan cara bersabar, tidak bisa membuat murka setan sebagaimana membuatnya murka dengan cara diam, dan tak bisa membuat orang bodoh merasa kesal tersiksa sebagaimana dengan cara acuh.”

Amali Syaikh Mufid

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s